Aku laila : perjalanan panjang untuk menemukan lelakiku



laila
perempuan biasa yang belajar dari :
hidup,
sakit,
persahabatan,
ibunya (perempuan yang mengajarinya motif bunga)

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

pelan pelan aku akan paham
kuseret lagi tubuh ini bersamaku
mencoba membunuhmu lagi
menguburmu di dasar laut tak bermakna
lalu menghapusmu begitu saja dari udara pagi
terbangun seakan kau tak ada
hingga, suatu saat jika matahari lengah,
akan kucari sosokmu dalam wajah wajah asing tanah ini

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, August 01, 2005
AKU LAILA

PERJALANAN MENUJU ANGKA DUA

apakah yang kau tusukkan di buluh darahku?
hingga sepi mengalirinya tiada henti
titik-titik basah memanjang,
notasi perkabunganku.

aku meluluh,
remuk gelisah tanpa daya
tak pantas aku,
tak boleh aku
sedikit saja menginginimu
sebab aku:
yang tersisih menggenggam murung

dilambungkan pada 10:57 pm oleh akulaila
Comment (1)  

AKU LAILA

ada gadis kecil
berlari-lari tak tergesa
berharap melupakan yang sengaja ditinggalkannya
dalam sebuah senja kelabu,
udara memuai menyibak helaian rambutnya

ada gadis kecil
menahan yang menggelembung naik dan basah
berharap lukanya kering dihembus angin

ada gadis kecil
sayup sayup terisak
bukan karena bahagia tak berkenan,
namun rasa tanpa daya membuatnya luar biasa kosong

ada gadis kecil
mendekap lututnya menunduk sendirian
kebingungan mencari jalan pulang

dilambungkan pada 10:53 pm oleh akulaila
komentar  

Wednesday, July 20, 2005
AKU LAILA

LELEHAN MUSIM API

ketika itu belumlah siang
ruh pagi masih duduk mengayun-ayunkan kakinya
diatas atap
rambutnya menjuntai putih, namun rupanya polos seperti kanak-kanak
"sedang apa, Laila," tanyanya,
"mengapa menahan tangis?"

gadis itu berkata dengan sorot mata yang penuh :
"ini memang tangis, tapi tangis bahagia...
karena dia telah datang, serupa berkah yang tertunda...
dapatkah kau dengar gemuruhnya?
musim api telah datang!!!
menggelora, mengayun sukma, mengubah lara menjadi mimpi..."

terlihat berkas-berkas sinar menghujani tubuh gadis itu,
sebagian meletup menyentuh bumi
namun sinar yang tinggal pada tubuh gadis itu memendar dengan sempurna

"ahh, pagi... betapa hanyut aku...
betapa muda aku,
betapa hadirnya membuatku lahir kembali!"
pagi tak pernah melihat sang gadis sehidup itu

ketika pagi beranjak pergi,
sepintas ia menolehkan pandang
sembari tersenyum,
dilihatnya :

sang gadis bertelanjang dada
tubuhnya melenting,
tangannya terjuntai,
kepalanya tengadah,
rambutnya terurai,
matanya terpejam,
siap menerima musim api
serentak cahaya memandikannya,
percikan api menjilati tubuhnya,
membakarnya dengan ciuman...
sempat terdengar erangan halusnya,
sebelum ia meleleh bersama musim api

dilambungkan pada 11:29 pm oleh akulaila
Comments (2)  

Sunday, July 17, 2005
AKU LAILA

PERAYAAN BATINKU

seperti ruapan asap berwarna cerah, membumbung mengangkasa
berjingkrak di tengah hari

tenda putih yang berisi keramaian
tak tahan menunggu pintunya dibuka
seperti itulah berjumpa denganmu

kitaran hari menjernih
tak ada lagi payah
yang ada mimpi menggengggam tanganmu
berjalan beriringan dalam sebuah karnaval :
perayaan batinku

aku ingin sekali kau temukan
diantara kerumunan hiruk pikuk manusia

dilambungkan pada 09:30 am oleh akulaila
komentar  

Wednesday, July 13, 2005
AKU LAILA

HANCUR, BEKU, DAN ASING

seperti berada dalam kereta yang sedang berjalan
melihat keluar jendelanya,
masa masa berkelebat :
usang,
berputarputar...

tiba tiba merasa asing
akan kemanakah kereta ini?

saat doa bukanlah sesuatu yang tulus terucap
namun hanya lingkaran terkunci

lampu lampu mengerjap
dingin
percakapan aneh yang tak kukenal

dan akukah sosok dibalik cermin itu?
betapa pudar dan menua
kisut dan jemu
entah pada siapa...

dilambungkan pada 08:18 am oleh akulaila
Comments (3)  

Monday, July 11, 2005
AKU LAILA

MENGAPA RAGU

lamat lamat bisikan bersahutan
bergelombang menembus lapisan udara
malam yang hening pun terusik

kutengadahkan kepalaku
kutatap bintang itu
seketika aku terperanjat
itukah isyarat darimu?

kutelusuri jejaknya, cahaya berhamburan
melingkupiku, meliuk perak, menari bersama auraku

serupa kenyamanan yang kau beri

temani aku, kataku
namun kata kata itu menggumpal menggumam

temani aku, kataku sekali lagi
berdansalah denganku, kita akan berputar dalam cahaya
kita cairkan malam beku itu
kita berpelukan saat titik air menghujami
kita tebar gula pada setiap subuh,
hingga pagi selalu terasa manis
kita ukir kisah kita...

mari, kita nikmati saja alur ini...

serentak cahaya itu meremang
suara suara terdiam seketika

tetapi kenapa?
sedemikian aku yakin membutuhkanmu

tetes tetes lara berjatuhan
meriak membentuk lingkaran yang membesar :
menelanku

tahukah?
mungkin satu orang saja tidak cukup kuat
tetapi dua akan

aku masih disini,
dalam rindu yang begitu indah

dilambungkan pada 04:06 am oleh akulaila
komentar  

Sunday, July 10, 2005
AKU LAILA

PERI

peri mungil bermata jeli
polos dan wangi
turun ke bumi
dengan sayap-sayap mini
tertewa geli
sambil menangis sesekali,
karena tak bosannya dikecupi
kutimang dan ia tidur dalam dekapan ini
tidurlah, peri
esok kita bermain lagi

dilambungkan pada 03:31 am oleh akulaila
komentar  

AKU LAILA

SELALU MALAM

selalu malam,
yang membawaku padamu
kau menjelma :
delusi dalam asap
meruap mengitariku
saat detakku berdentum berpacu,
sedemikian kau mengaliri nadinya
merasuk hingga ke sumsum tulang
mengalun membius,
dan aku lemas tergoda
jatuh cinta pada kata-katamu

dilambungkan pada 03:29 am oleh akulaila
komentar  

Saturday, July 09, 2005
AKU LAILA

MEMILIH

jemuku adalah tabir yang usang
dunia tampak berbias, langit meremang
seiring langkah bergatar ragu

berjalan lagi atau duduk manis menunggumu disini?

ah, tidak untuk diam dia membuatku ada
sebab apakah artinya bahagia jika tak pernah terluka

sedemikian aku berserah
untuk memilih bersiap merasakan cinta
semoga jalan ini menuntunku padamu

dilambungkan pada 04:37 am oleh akulaila
komentar  

Tuesday, July 05, 2005
AKU LAILA

MANA?

mana telapak tanganmu?
ingin kutulisi jarinya
akan kugenggam,
agar kisah itu tidak terbang menumpangi sayap kupu-kupu
mana bibirmu?
aku ingin ciuman yang meleleh seperti coklat
saat pendar rembulan menggenangi malam
hingga gelap menelan kita
oh, kalau begitu
mana hatimu?
aku tak dapat melihatnya
mmm... baiknya kuraba tubuhmu mencarinya
akan kuisi ruang kosong di dalamnya
dan dengan begitu saja ada di setiap pagimu
begitu dekat hingga dapat kaucium aroma tubuhku,
dan bulu-bulu mataku menyentuh pipimu

dilambungkan pada 08:50 am oleh akulaila
Comment (1)  

Previous Page Next Page