laila
perempuan biasa yang belajar dari :
hidup,
sakit,
persahabatan,
ibunya (perempuan yang mengajarinya motif bunga)
pelan pelan aku akan paham
kuseret lagi tubuh ini bersamaku
mencoba membunuhmu lagi
menguburmu di dasar laut tak bermakna
lalu menghapusmu begitu saja dari udara pagi
terbangun seakan kau tak ada
hingga, suatu saat jika matahari lengah,
akan kucari sosokmu dalam wajah wajah asing tanah ini
|
|
Monday, August 01, 2005
AKU LAILA
PERJALANAN MENUJU ANGKA DUA
apakah yang kau tusukkan di buluh darahku?
hingga sepi mengalirinya tiada henti
titik-titik basah memanjang,
notasi perkabunganku.
aku meluluh,
remuk gelisah tanpa daya
tak pantas aku,
tak boleh aku
sedikit saja menginginimu
sebab aku:
yang tersisih menggenggam murung
dilambungkan pada 10:57 pm oleh akulaila
Permalink
AKU LAILA
ada gadis kecil
berlari-lari tak tergesa
berharap melupakan yang sengaja ditinggalkannya
dalam sebuah senja kelabu,
udara memuai menyibak helaian rambutnya
ada gadis kecil
menahan yang menggelembung naik dan basah
berharap lukanya kering dihembus angin
ada gadis kecil
sayup sayup terisak
bukan karena bahagia tak berkenan,
namun rasa tanpa daya membuatnya luar biasa kosong
ada gadis kecil
mendekap lututnya menunduk sendirian
kebingungan mencari jalan pulang
dilambungkan pada 10:53 pm oleh akulaila
Permalink
Wednesday, July 20, 2005
AKU LAILA
LELEHAN MUSIM API
ketika itu belumlah siang
ruh pagi masih duduk mengayun-ayunkan kakinya
diatas atap
rambutnya menjuntai putih, namun rupanya polos seperti kanak-kanak
"sedang apa, Laila," tanyanya,
"mengapa menahan tangis?"
gadis itu berkata dengan sorot mata yang penuh :
"ini memang tangis, tapi tangis bahagia...
karena dia telah datang, serupa berkah yang tertunda...
dapatkah kau dengar gemuruhnya?
musim api telah datang!!!
menggelora, mengayun sukma, mengubah lara menjadi mimpi..."
terlihat berkas-berkas sinar menghujani tubuh gadis itu,
sebagian meletup menyentuh bumi
namun sinar yang tinggal pada tubuh gadis itu memendar dengan sempurna
"ahh, pagi... betapa hanyut aku...
betapa muda aku,
betapa hadirnya membuatku lahir kembali!"
pagi tak pernah melihat sang gadis sehidup itu
ketika pagi beranjak pergi,
sepintas ia menolehkan pandang
sembari tersenyum,
dilihatnya :
sang gadis bertelanjang dada
tubuhnya melenting,
tangannya terjuntai,
kepalanya tengadah,
rambutnya terurai,
matanya terpejam,
siap menerima musim api
serentak cahaya memandikannya,
percikan api menjilati tubuhnya,
membakarnya dengan ciuman...
sempat terdengar erangan halusnya,
sebelum ia meleleh bersama musim api
dilambungkan pada 11:29 pm oleh akulaila
Permalink
Sunday, July 17, 2005
AKU LAILA
PERAYAAN BATINKU
seperti ruapan asap berwarna cerah, membumbung mengangkasa
berjingkrak di tengah hari
tenda putih yang berisi keramaian
tak tahan menunggu pintunya dibuka
seperti itulah berjumpa denganmu
kitaran hari menjernih
tak ada lagi payah
yang ada mimpi menggengggam tanganmu
berjalan beriringan dalam sebuah karnaval :
perayaan batinku
aku ingin sekali kau temukan
diantara kerumunan hiruk pikuk manusia
dilambungkan pada 09:30 am oleh akulaila
Permalink
Wednesday, July 13, 2005
AKU LAILA
HANCUR, BEKU, DAN ASING
seperti berada dalam kereta yang sedang berjalan
melihat keluar jendelanya,
masa masa berkelebat :
usang,
berputarputar...
tiba tiba merasa asing
akan kemanakah kereta ini?
saat doa bukanlah sesuatu yang tulus terucap
namun hanya lingkaran terkunci
lampu lampu mengerjap
dingin
percakapan aneh yang tak kukenal
dan akukah sosok dibalik cermin itu?
betapa pudar dan menua
kisut dan jemu
entah pada siapa...
dilambungkan pada 08:18 am oleh akulaila
Permalink
Monday, July 11, 2005
AKU LAILA
MENGAPA RAGU
lamat lamat bisikan bersahutan
bergelombang menembus lapisan udara
malam yang hening pun terusik
kutengadahkan kepalaku
kutatap bintang itu
seketika aku terperanjat
itukah isyarat darimu?
kutelusuri jejaknya, cahaya berhamburan
melingkupiku, meliuk perak, menari bersama auraku
serupa kenyamanan yang kau beri
temani aku, kataku
namun kata kata itu menggumpal menggumam
temani aku, kataku sekali lagi
berdansalah denganku, kita akan berputar dalam cahaya
kita cairkan malam beku itu
kita berpelukan saat titik air menghujami
kita tebar gula pada setiap subuh,
hingga pagi selalu terasa manis
kita ukir kisah kita...
mari, kita nikmati saja alur ini...
serentak cahaya itu meremang
suara suara terdiam seketika
tetapi kenapa?
sedemikian aku yakin membutuhkanmu
tetes tetes lara berjatuhan
meriak membentuk lingkaran yang membesar :
menelanku
tahukah?
mungkin satu orang saja tidak cukup kuat
tetapi dua akan
aku masih disini,
dalam rindu yang begitu indah
dilambungkan pada 04:06 am oleh akulaila
Permalink
Sunday, July 10, 2005
AKU LAILA
PERI
peri mungil bermata jeli
polos dan wangi
turun ke bumi
dengan sayap-sayap mini
tertewa geli
sambil menangis sesekali,
karena tak bosannya dikecupi
kutimang dan ia tidur dalam dekapan ini
tidurlah, peri
esok kita bermain lagi
dilambungkan pada 03:31 am oleh akulaila
Permalink
AKU LAILA
SELALU MALAM
selalu malam,
yang membawaku padamu
kau menjelma :
delusi dalam asap
meruap mengitariku
saat detakku berdentum berpacu,
sedemikian kau mengaliri nadinya
merasuk hingga ke sumsum tulang
mengalun membius,
dan aku lemas tergoda
jatuh cinta pada kata-katamu
dilambungkan pada 03:29 am oleh akulaila
Permalink
Saturday, July 09, 2005
AKU LAILA
MEMILIH
jemuku adalah tabir yang usang
dunia tampak berbias, langit meremang
seiring langkah bergatar ragu
berjalan lagi atau duduk manis menunggumu disini?
ah, tidak untuk diam dia membuatku ada
sebab apakah artinya bahagia jika tak pernah terluka
sedemikian aku berserah
untuk memilih bersiap merasakan cinta
semoga jalan ini menuntunku padamu
dilambungkan pada 04:37 am oleh akulaila
Permalink
Tuesday, July 05, 2005
AKU LAILA
MANA?
mana telapak tanganmu?
ingin kutulisi jarinya
akan kugenggam,
agar kisah itu tidak terbang menumpangi sayap kupu-kupu
mana bibirmu?
aku ingin ciuman yang meleleh seperti coklat
saat pendar rembulan menggenangi malam
hingga gelap menelan kita
oh, kalau begitu
mana hatimu?
aku tak dapat melihatnya
mmm... baiknya kuraba tubuhmu mencarinya
akan kuisi ruang kosong di dalamnya
dan dengan begitu saja ada di setiap pagimu
begitu dekat hingga dapat kaucium aroma tubuhku,
dan bulu-bulu mataku menyentuh pipimu
dilambungkan pada 08:50 am oleh akulaila
Permalink
|
|
|
 |