Aku laila : perjalanan panjang untuk menemukan lelakiku



laila
perempuan biasa yang belajar dari :
hidup,
sakit,
persahabatan,
ibunya (perempuan yang mengajarinya motif bunga)

   

<< August 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

pelan pelan aku akan paham
kuseret lagi tubuh ini bersamaku
mencoba membunuhmu lagi
menguburmu di dasar laut tak bermakna
lalu menghapusmu begitu saja dari udara pagi
terbangun seakan kau tak ada
hingga, suatu saat jika matahari lengah,
akan kucari sosokmu dalam wajah wajah asing tanah ini

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, August 04, 2005
AKU LAILA

TAK TERHITUNG

hampir pagi,
kau menjelma degup sunyi yang bergemeretak
mengisi gelap,
dalam kotak kaca yang berpendar
aku bertanya tanya,
apakah yang membuatmu tersenyum di dalam sana?
cahaya berhamburan dari telinga, tangan, terutama dari kedua matamu
menerabas bulu matamu,
meninggalkan payung kecil melingkari jendela hatimu

mungkinkah kau lelaki untukku?
jika begitu, maka
keluarlah dari dalam sana,
masuklah ke dalam mimpiku...

oh, kiranya betapa wangi rindu ini
menyelusup di ubun-ubun dan buku jariku
membimbingku pada kesempurnaan
kubilang jemari, tak cukup untuk menghitung :
berapa kali kau bermunculan pagi ini...

langitpun membahasakan rinduku:
yang mengabu,
lalu luruh tak tertahankan
mengasihi bumi,
memberinya jejak kehidupan

dilambungkan pada 08:32 am oleh akulaila

Deni
July 4, 2008   04:16 AM PDT
 
Hy blh tny gmn cr y bkn puisi kyk km itu?? Jupiter_mx64@yahoo.com
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry