Aku laila : perjalanan panjang untuk menemukan lelakiku



laila
perempuan biasa yang belajar dari :
hidup,
sakit,
persahabatan,
ibunya (perempuan yang mengajarinya motif bunga)

   

<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28

pelan pelan aku akan paham
kuseret lagi tubuh ini bersamaku
mencoba membunuhmu lagi
menguburmu di dasar laut tak bermakna
lalu menghapusmu begitu saja dari udara pagi
terbangun seakan kau tak ada
hingga, suatu saat jika matahari lengah,
akan kucari sosokmu dalam wajah wajah asing tanah ini

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Thursday, September 21, 2006
AKU LAILA

DONNA

matamu menerawang jauh menembus malam,
seakan ada sejuta kisah
yang kau sembunyikan dalam gelapnya

kau tertawa
apakah hidup adalah lelucon satir itu?

tidakkah kau bosan dengan pertanyaan pertanyaan mereka?
mereka yang tidak mengertimu

bicaralah padaku...
dengan bahasa yang hanya kau dan aku pahami
ajari aku rahasia rahasia itu
yang kau simpan rapat dibalik sandiwaramu
ceritakan aku kisah kisah dalam waktu yang terus berdetak

sebab hidup adalah bergerak,
begitu kan katamu...

dilambungkan pada 08:33 pm oleh akulaila
Comments (6)  

Wednesday, September 06, 2006
AKU LAILA

MEMBACA SENJA

membaca senja di wajah kekasihku,
lelaki yang memelihara senyuman di segala cuaca

ada burung gereja yang mengibas-ngibaskan sayap kecilnya,
ada angin mengalun lirih, mengayunkankan tangannya menggapai sehelai daun rapuh
ada semesta yang beranjak pelan...

akupun menjadi saksi
tatkala bilur cahaya merekah,
merengkuh keremangan hatiku

jadi itu kau, ya?
yang menggetarkan pojok sunyi,
yang memaknai rona jingga di langit senja

dilambungkan pada 07:50 pm oleh akulaila
komentar  

Thursday, August 31, 2006
AKU LAILA

PERSEMBAHAN DARI HATI

dalam gelap kupejamkan mata
sejenak jiwa ini lepas
mengarungi semesta yang lirih
menatahkan aksara di langitnya :
sebuah persembahan dari hati
karena kini belenggu asa memilikimu,
telah jauh kulepas bersama angin senja
yang tinggal adalah keinginan untuk terus memberimu
serta hati yang damai mengingat senyum di wajah manis itu

dilambungkan pada 09:35 pm oleh akulaila
Comments (3)  

AKU LAILA

21

ada ruang ruang tak hingga
dalam pencarianmu

ada jeda panjang menanti
di ujung malamku

semata mata untuk memaknaimu

kujelajahi lorong lorong sepi,
berharap kau berbisik dalam gelap
aku meleleh dalam deras hujanmu

jalan itu kian panjang,
saat kurasakan betapa keras tamparanmu
mengajariku gigih bertahan
namun kujumpai diriku :
berdiri tegak diatas kedua kakinya

dilambungkan pada 09:35 pm oleh akulaila
Comment (1)  

AKU LAILA

UNTUK LELAKIKU

tidakkah kau rasakan,
helai helai waktu menyibak pertanda

kini musim berganti matahari,
berjanji memberikan sinarnya setiap pagi
sepertiku,
yang kini tidak lagi berlari, tetapi berjanji tinggal di hatimu

lalu,
biarlah aku perlahan memahami ini :
aku mencintaimu...
(pejamkan matamu, rasakan udara hangat menebar aroma musim semi
kini rasa itu berlonjakan bagai bunga api)
ya, aku mencintaimu
jauh sebelum aku diciptakan,
jauh sebelum aku mengenalmu,
jauh sebelum aku mengenal cinta

dilambungkan pada 09:29 pm oleh akulaila
komentar  

Saturday, September 10, 2005
AKU LAILA

MATAMU

matamu berusaha berbicara kepadaku
dintara padang ilalang
dan bunga rumput putih yang menaburkan serbuknya

kaki kita telanjang
dibasahi tetes embun yang terserak saat kita pijak

mentari samar, sembunyi di langit timur
aroma udara memenuhi rongga
hanya tanganmu yang sempat berkata-kata

aku luluh dan bahagia

lalu matamu,
ya, matamu hendak mengucapkan sesuatu
namun mengabur jauh bersama pusaran waktu

dilambungkan pada 08:43 am oleh akulaila
Comments (7)  

Friday, August 19, 2005
AKU LAILA

MALAM DAN REMBULAN PUTIH SUSU

rembulan penuh : putih susu dan terang bercahaya
jalanan disirami cahayanya yang perak
bayanganku memanjang mengabu,
terbaring di tanah

kutatap dia seksama, mega mengitarinya memutih
dalam angkasa hitam
cahaya bintang pun terserap

angin menggetarkan bayangan dan pohon menyembunyikan hijaunya
malam ini rembulan memegang kuasa

tiada jenuhnya kuamati,
rembulan yang menyimpan keindahannya dalam kesenyapan

aku ingin melesat menemanimu
dalam pendar rembulan yang sama
semata mata untuk memenuhiku

sebab meninggalkanmu berarti : mencerabut sebagian diriku

dilambungkan pada 07:15 am oleh akulaila
Comments (2)  

Wednesday, August 17, 2005
AKU LAILA

...

aku berusaha keras membunuhmu...
sebab aku ingin bebas dari belenggu itu
akan kukikis tepian hari dimana kau bermunculan!
akan kuburamkan imaji dirimu!
kucabik cabik ingatan tentangmu...
hingga kau pupus, terbakar menghitam
mengabu ditiup angin

namun matamu,
kian tak terlukiskan

dirimu,
kian tak tergantikan

rinduku,
kian tak tertahankan

hatiku,
kian tak terdamaikan

kau tak dimana...
tulus kubiarkan mengisi ruang kosong ini

sebab kau : tak terenyahkan

dilambungkan pada 06:32 am oleh akulaila
Comments (5)  

Saturday, August 06, 2005
AKU LAILA

MEMBIRU

dari berjuta warna yang ada
hanya biru di pagi ini
di langit timur cercah cahaya melesat membiru
mengawangkanku dalam alunannya yang membuai

biru mengitariku damai,
akupun lupa akan betapa sengitnya hidupku

kemudian entah darimana, sebentuk kupu kupu berwarna biru
mengepakkan sayapnya dalam perutku
manis walaupun hatiku terasa seperti diremas
sensasi tak terkira :
kau terproyeksi dimana mana

dilambungkan pada 06:07 am oleh akulaila
Comments (4)  

Thursday, August 04, 2005
AKU LAILA

TAK TERHITUNG

hampir pagi,
kau menjelma degup sunyi yang bergemeretak
mengisi gelap,
dalam kotak kaca yang berpendar
aku bertanya tanya,
apakah yang membuatmu tersenyum di dalam sana?
cahaya berhamburan dari telinga, tangan, terutama dari kedua matamu
menerabas bulu matamu,
meninggalkan payung kecil melingkari jendela hatimu

mungkinkah kau lelaki untukku?
jika begitu, maka
keluarlah dari dalam sana,
masuklah ke dalam mimpiku...

oh, kiranya betapa wangi rindu ini
menyelusup di ubun-ubun dan buku jariku
membimbingku pada kesempurnaan
kubilang jemari, tak cukup untuk menghitung :
berapa kali kau bermunculan pagi ini...

langitpun membahasakan rinduku:
yang mengabu,
lalu luruh tak tertahankan
mengasihi bumi,
memberinya jejak kehidupan

dilambungkan pada 08:32 am oleh akulaila
Comment (1)  

Next Page